EN IN
+

Informasi Umum

Berita Perusahaan

Raup Pendapatan Rp4,14 Triliun dari Jual Perhiasan Emas, Hartadinata Untung Rp171 Miliar

JAKARTA – Emiten produsen dan penyedia perhiasan emas, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), melaporkan kinerja keuangan sepanjang 2020. Perseroan sukses membukukan kinerja positif selama pandemi tahun lalu.

Dalam paparan publiknya, perseroan mengumumkan pertumbuhan penjualan menjadi Rp4,14 triliun pada tahun lalu atau meningkat sekitar Rp903 miliar dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, sebesar Rp3,24 triliun. CFO Hartadinata, Deny Ong menjelaskan, pertumbuhan pendapatan perseroan sepanjang 2020 didorong tidak hanya oleh kenaikan harga emas, tetapi juga dikarenakan adanya tambahan penjualan dari produk logam mulia yang diluncurkan perseroan pada tahun lalu.

“Hasil penjualan kepada pihak wholesaler memberikan kontribusi sebesar 91,3 persen dan dari toko milik sendiri serta imbalan waralaba sebesar 8,1 persen selain dari itu adanya tambahan pendapatan dari hasil usaha pegadaian sebesar 0,6 persen,” ujarnya dalam public expose, Senin, 16 Agustus 2021. 

Selama tahun 2020, volume penjualan masih didominasi oleh produk perhiasan kadar rendah untuk segmen kelas menengah bawah yang berkontribusi 62,9%. Sedangkan, produk logam mulia memberikan kontribusi sebesar 13,4% terhadap total produk yang dipasarkan Perseroan. 

“Perseroan juga memperoleh laba bersih sebesar Rp171 miliar sepanjang 2020,” papar dia.

Pada periode yang sama, perseroan telah menambah 21 toko perhiasan emas baru, yang terdiri dari 16 toko Aurum Collection Centre (ACC) baru serta 5 toko ACC yang bekerja sama dengan Matahari Department Store. Selain itu, perseroan juga merambah ke bisnis gadai melalui pendirian anak usaha, yakni PT Gemilang Hartadinata Abadi (GHA) dan telah melebarkan sayap dengan mendirikan beberapa anak usaha lainnya yang mana telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Pembukaan outlet gadai tersebut dinilai bagian dari investasi berkelanjutan dan komitmen perseroan dalam mendukung pertumbuhan industri emas dan juga industri finansial di Indonesia. Sampai saat ini GHA telah memiliki 66 outlet gadai di 4 provinsi. Sebagai informasi, Hartadinata masuk dalam 50 perusahaan terbaik di Indonesia untuk tahun 2021 versi Forbes yang dirilis Agustus tahun ini. Forbes menyatakan perusahaan telah mampu meningkatkan minat publik terhadap investasi emas dan mencetak 28% secara tahunan pertumbuhan penjualan.


Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Sumber: https://www.trenasia.com/raup-pendapatan-rp-4-14-triliun-dari-jual-perhiasan-emas-hartadinata-untung-rp-171-miliar


Penjualan Hartadinata (HRTA) Tumbuh 21,8 Persen Didorong Kenaikan Harga Emas

IDXChannel - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi Indonesia, melaporkan kinerja keuangan Perseroan pada tahun 2020. Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan menjadi sebesar Rp 4.139 miliar. Jumlah ini meningkat sebesar 903 miliar dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 3.236 Milliar. Selain itu, Perseroan juga memperoleh laba bersih sebesar Rp 171 miliar.  Chief Financial Officer PT Hartadinata Abadi Tbk menjelaskan Deny Ong, C mengataan, pertumbuhan pendapatan Hartadinata di tahun 2020 didorong tidak hanya oleh kenaikan harga emas , tetapi juga dikarenakan adanya tambahan penjualan dari produk logam mulia yang diluncurkan Perseroan selama tahun 2020. 

"Hasil penjualan kepada pihak wholesaler memberikan kontribusi sebesar 91,3% dan dari toko milik sendiri serta imbalan waralaba sebesar 8,1% selain dari itu adanya tambahan pendapatan dari hasil usaha pegadaian sebesar 0,6%," ujarnya, Senin (16/8/2021). 

Selama tahun 2020, volume penjualan masih didominasi oleh produk perhiasan kadar rendah untuk segmen kelas menengah bawah yang berkontribusi 62,9%, sedangkan produk logam mulia memberikan kontribusi sebesar 13,4% terhadap total produk yang dipasarkan Perseroan. Tingginya kontribusi kelas menengah bawah, membuat Perseroan mempertimbangan untuk tetap mempertahankan penetrasi produk dipasar kelas ini. 

Sandra Sunanto, Chief Executive Officer PT Hartadinata Abadi Tbk menambahkan, tahun 2020 adalah tahun yang sangat menantang bagi para pelaku bisnis, terutama dengan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak dahsyat pada perekonomian dunia dan mempengaruhi iklim investasi terutama di Indonesia. 

Meski begitu, PT Hartadinata Abadi, Tbk berhasil mempertahankan kinerja yang cukup baik dengan beberapa langkah strategis yang dilakukan seperti memperkuat kerjasama dengan pihak e-commerce, terus menambah jaringan toko milik perseroan untuk mendukung penetrasi pasar,  serta melakukan product and market development dengan memperkuat Divisi Research and Design guna meningkatkan kualitas produk, serta melakukan inovasi produk guna menarik minat masyarakat terhadap investasi emas. 

Selama tahun 2020, Perseroan telah menambah 21 toko perhiasan emas baru, yang terdiri dari 16 toko Aurum Collection Centre (ACC) baru yang tersebar di wilayah Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur, serta 5 toko ACC yang bekerja sama dengan Matahari Department Store di wilayah Jakarta, Depok, Palembang, Bekasi dan Surabaya untuk meningkatkan daya saing dengan memasuki pasar-pasar baru di seluruh kota-kota di Indonesia. 

Perseroan juga telah meluncurkan produk Logam Mulia (LM) dengan pecahan kecil yakni  0.1, 0.25, 0.5, 5 dan 10 gram. Saat ini produk LM dengan pecahan kecil tersebut semakin diminati oleh semua kalangan masyarakat karena dapat dimiliki dengan harga yang terjangkau. 

Tidak hanya sebagai alat investasi jangka panjang, LM pun digemari oleh kalangan masyarakat terutama kaum millenial untuk dijadikan sebagai gift seperti hadiah pernikahan, ulang tahun, hari-hari besar dan lain sebagainya. 

Oleh karena itu, Perseroan melihat hal ini sebagai peluang untuk meluncurkan produk LM pecahan kecil dengan berbagai tema sehingga dapat menarik minat masyarakat. 

Saat ini Perseroan juga mengembangkan produk EMASKITA yakni Logam Mulia dengan pecahan 0.1 dan 0.25 gr serta KENCANA yang merupakan produk Perhiasan dengan kadar emas 99.9%, dimana Produk EMASKITA dan KENCANA ini merupakan produk kolaborasi Perseroan dengan ANTAM, melalui anak usaha ANTAM yakni PT Abuki Jaya Stainless Indonesia (AJSI). 

Penguatan integrasi vertikal usaha masih tetap dilakukan melalui kanal penjualan digital e-commerce, yaitu platform hrta.store, Masduit dan Shopee. Sementara ini hrta.store ditujukan untuk pelanggan grosir dan retail, sedangkan Masduit dan Shopee ditujukan untuk pengguna akhir. Langkah ini merupakan strategi dalam menjaga keberlangsungan aktivitas usaha Perseroan di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, hal juga diharapkan dapat membantu mengurangi risiko penyebaran Covid-19. 

Perseroan juga kini merambah ke bisnis Gadai melalui pendirian anak Perusahaan yakni PT Gemilang Hartadinata Abadi (GHA) dan telah melebarkan sayap dengan mendirikan beberapa anak usaha GHA yakni PT Gadai Cahaya Dana Abadi (GCDA) di Jawa Barat PT Gadai Terang Abadi Mulia (GTAM) di Jawa Timur, PT Gadai Cahaya Abadi Mulia (GCAM) di Nusa Tenggara Timur, dan PT Gadai Cahaya Terang Abadi (GCTA) di Nusa Tenggara Barat, yang mana masing-masing anak usaha gadai tersebut telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Dengan adanya anak usaha gadai yang menargetkan konsumen dari segala kalangan ini, adalah merupakan bentuk sinergi yang mendorong peningkatan kinerja di masa datang. Pembukaan outlet gadai tersebut juga merupakan bagian dari investasi berkelanjutan dan komitmen PT Hartadinata Abadi, Tbk dalam mendukung pertumbuhan industri emas dan juga industri finansial di Indonesia. Sampai saat ini GHA telah memiliki 66 outlet gadai di 4 propinsi.

(SANDY) 


Penulis: Kunthi Fahmar Sandy 

Sumber: https://www.idxchannel.com/market-news/penjualan-hartadinata-hrta-tumbuh-218-persen-didorong-kenaikan-harga-emas

Gandeng Hartadinata, ANTAM Luncurkan Perhiasan dan Emas Ukuran Mikro

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk meluncurkan produk terbaru berupa emas batangan ukuran mikro dan perhiasan emas. Ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Hartadinata Abadi Tbk. Lewat kolaborasi keduanya, terdapat inovasi produk emas yang diluncurkan yakni EmasKITA, yang merupakan logam mulia mikro dengan kadar emas 99,99 persen berukuran pecahan 0,1 gram dan 0,25 gram.

Selain itu, produk Kencana yang merupakan koleksi perhiasan emas dengan kadar emas 99,99 persen. Produk perhiasan ini sekaligus menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. "Sinergi ini merupakan implementasi strategi Antam dalam melakukan penetrasi ke dalam segmen logam mulia khususnya di emas kecil atau mikro dan perhiasan emas murni di pasar domestik," ujar Direktur Operasi dan Transformasi Bisnis Antam, Risono dalam konferensi pers virtual, Selasa (22/6/2021). Ia menjelaskan, perusahaan tambang pelat merah ini memilih menggandeng Hartadinata lantaran sudah memiliki pengalaman dalam memproduksi emas berukuran mikro.

Antam sendiri merupakan satu-satunya perusahaan pengolahan dan pemurnian logam mulia di Indonesia yang telah memiliki sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA). Lewat sinergi ini, Antam berperan sebagai pemasok bahan baku emas murni (999,9) yang berasal dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM).  Bahan baku emas ini kemudian diolah menjadi logam mulia mikro dan perhiasan emas di Pabrik Hartadinata yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Proses produksi diawasi langsung oleh PT Abuki Jaya Stainless Indonesia (AJSI) selaku entitas anak Antam. Pengawasan dilakukan untuk memastikan produk EmasKITA dan Kencana sesuai dengan standar emas Antam

Bahan baku emas ini kemudian diolah menjadi logam mulia mikro dan perhiasan emas di Pabrik Hartadinata yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Proses produksi diawasi langsung oleh PT Abuki Jaya Stainless Indonesia (AJSI) selaku entitas anak Antam. Pengawasan dilakukan untuk memastikan produk EmasKITA dan Kencana sesuai dengan standar emas Antam
"Jadi ketika harga emas naik ya tentu ikut naik, ketika harga emas turun ya ikut turun. Jadi kami selalu mengikuti harga emas dunia yang tentunya dikonversi ke dalam bentuk rupiah, pastinya ada faktor kurs dollar AS juga," kata Risono. Sementara itu, Direktur Utama Hartadinata, Sandra Sunanto Risono menjelaskan, EmasKITA hadir dengan 16 edisi gift series dan 1 edisi premium yang cocok dikoleksi sebagai alat investasi atau dihadiahkan ke orang terdekat pada momen-momen spesial. Nantinya masyarakat juga dapat menukar 1 gram EmasKITA yang merupakan akumulasi dari pecahan 0,1 gram dan atau 0,25 gram, dengan 1 gram emas batangan ANTAM di Butik Emas Logam Mulia TB Simatupang, toko emas jaringan Hartadinata, serta pada toko online. Sementara, perhiasan emas Kencana saat ini hadir dengan koleksi cincin pernikahan, gelang, liontin dan kalung. Lewat produk ini, masyarakat dapat memiliki dan mengenakan perhiasan dengan kadar yang sama dengan logam mulia.

"Sehingga ini menjadikan Kencana sebagai pilihan utama investasi yang menguntungkan," kata dia. Sandra mengatakan, produk EmasKITA dan Kencana sudah mulai dipasarkan pada hari ini, Selasa (22/6/2021). 

Produk logam mulai terbaru ini dapat diperoleh di toko emas jaringan resmi Hartadinata, official store Hartadinata di Shopee dan Tokopedia, serta toko emas rekanan Hartadinata yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Ini secara bertahap, tidak langsung semua produk akan hadir, tapi secara bertahap kami akan segera menghadirkan seluruh desain, seluruh jenis produk, baik EmasKITA maupun Kencana per hari ini sampai ke depannya," jelas Sandra.

Masyarakat pun dapat melakukan verifikasi keaslian produk EmasKITA dengan cara scan QR code yang tertera di belakang kemasan EmasKITA. Pada saat proses scanning, perangkat akan secara otomatis terhubung ke website www.emaskita.id. Jika produk EmasKITA yang dimiliki asli, maka akan muncul notifikasi bertuliskan ‘Produk Asli’ berikut dengan informasi produk. Sebaliknya, jika produk EmasKITA palsu maka akan muncul pemberitahuan bertuliskan ‘Tidak Asli’.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gandeng Hartadinata, Antam Luncurkan Perhiasan dan Emas Ukuran Mikro", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/06/22/131138526/gandeng-hartadinata-antam-luncurkan-perhiasan-dan-emas-ukuran-mikro.
Penulis : Yohana Artha Uly
Editor : Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Kantong Pas-pasan Pengin Punya Emas Batangan? Dikasih Nih Sama Antam

Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bekerja sama dengan PT Hartadinata Abadi Tbk memproduksi emas mikro seberat 0,1 dan 0,25 gram. Emas batangan 'eceran' ini ditujukan agar investasi logam mulia menjadi lebih terjangkau bagi semua kalangan. Selama ini Antam baru menjual emas batangan dengan berat minimal 0,5 gram yang tentu harganya lebih mahal dibandingkan berat 0,1 dan 0,25 gram. Produk emas mikro ini diberi nama EmasKITA. 

"EmasKITA adalah sebuah karya yang merupakan emas kecil investasi terpercaya dan aman, yang merupakan emas batangan logam mulia yang sudah murni, dengan kualitas terbaik dengan pecahan 0,1 gram dan 0,25 gram yang tentunya dirancang khusus untuk dapat dijangkau seluruh kalangan masyarakat Indonesia," kata Direktur Operasi dan Transformasi Bisnis Aneka, Bapak Risono dalam konferensi pers virtual, Selasa (22/6/2021). 

Dia menjelaskan harga emas mikro ini sama seperti emas Antam pada umumnya yang fluktuatif mengikuti perkembangan harga emas dunia. Tapi dia tak menjawab berapa tepatnya harga emas mikro tersebut untuk saat ini.

"Tentunya untuk mekanisme harga sama lah dengan standar harga Antam yang tentunya juga mengikuti harga emas dunia. Jadi ketika harga emas naik ya tentu ikut naik, ketika harga emas turun ya ikut turun. Jadi kita selalu mengikuti harga emas dunia yang tentunya dikonversi ke dalam bentuk rupiah, tentu ada faktor kurs dolar juga," paparnya. Masyarakat nantinya bisa menukar EmasKITA yang sudah terkumpul seberat 1 gram dengan 1 gram emas batangan Antam di Butik Emas Logam Mulia TB Simatupang, toko emas jaringan Hartadinata, serta secara online. 

"Sekarang bisa menabung emas mikro ini dalam bentuk fisik, dipegang sendiri, nanti kalau sudah terkumpul bisa ditukar emas Antam,"Risono.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama Hartadinata, Sandra Sunanto menjelaskan emas mikro tersebut sudah bisa dibeli mulai hari ini di toko emas Hartadinata dan toko emas yang menjadi partner.

"Sudah mulai bisa ditemukan di toko-toko emas partner kami, jadi tidak hanya di toko-toko milik Hartadinata. Mungkin secara bertahap ya, tidak langsung semua produk akan hadir, tapi secara bertahap kita juga akan segera menghadirkan seluruh desain, seluruh jenis produk," tambahnya.

Selain emas mikro, Antam dan Hartadinata juga meluncurkan produk perhiasan emas murni. Tujuannya untuk mendukung penampilan sekaligus sebagai instrumen investasi jangka panjang. Produk tersebut diberi nama Kencana. Kencana adalah koleksi perhiasan yang terbuat dari emas 24 karat. Jadi, masyarakat bisa mengenakan perhiasan emas murni 99,99% atau setara logam mulia.


Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5615528/kantong-pas-pasan-pengin-punya-emas-batangan-dikasih-nih-sama-antam

Antam Cs Jual Emas Batangan 'Receh' Pecahan 0,1 Gram

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) bersama entitas anak PT Abuki Jaya Stainless Indonesia (AJSI) dan PT Hartadinata Abadi Tbk (Hartadinata) meluncurkan dua produk emas terbaru bernama Emaskita dan Kencana. Produk pertama bernama Emaskita (Emas Kecil Investasi Terpercaya dan Aman) merupakan logam mulia mikro 99,99% pecahan 0,1 gram dan 0,25 gram yang dirancang agar bisa dijangkau semua kalangan masyarakat Indonesia.

Sementara untuk produk Kencana (Keindahan Terpercaya dan Bermakna) merupakan koleksi perhiasan emas 24 karat 99,99% yang pertama hadir di Indonesia. Direktur Operasi dan Transformasi Bisnis PT Aneka Tambang Tbk Risono mengatakan, sinergi ini merupakan implementasi strategi Antam dalam melakukan penetrasi segmen logam mulia khususnya di emas kecil dan perhiasan emas murni di pasar domestik. 

"Kerja sama ini kabar baik karena semakin membuka kesempatan investasi bagi seluruh kalangan masyarakat Indonesia," ungkapnya dalam konferensi pers secara daring, Selasa (22/06/2021). 

Dalam kerja sama ini, Antam bertindak sebagai pemasok bahan baku emas murni dari produksi unit bisnisnya. Bahan baku emas ini kemudian diolah jadi logam mulia ukuran kecil dan diolah juga jadi perhiasan emas murni di pabrik Hartadinata di Bandung, Jawa Barat.

"Untuk jaga kualitas produk, Antam akan pastikan semua produk sesuai standar Antam," ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Utama PT Abuki Jaya Stainless Indonesia Bambang Wijanarko. Mengenai pengawasan, pihaknya akan memastikan produk Emaskita dan Kencana yang diterima masyarakat sesuai dengan standar Antam.

"Pastikan pengawasan jalan baik dan konsisten maka kami standarisasi proses dan produk di pabrik. Jadi produk yang ada di sini akan sama persis kualitas dan kadarnya," ucapnya.

Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk Sandra Sunanto mengatakan, masyarakat Indonesia harus mampu mengakses emas untuk investasi di masa depan. Dua produk ini bisa diperoleh di toko emas jaringan resmi Hartadinata, official store Hartadinata di Shopee dan Tokopedia, serta toko emas rekanan Hartadinata yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Di sini juga ada teknologi terbaik tempelkan QR Code, sehingga masyarakat bisa cek asli tidaknya produk," paparnya.


Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20210622114909-17-255013/antam-cs-jual-emas-batangan-receh-pecahan-01-gram


ANTAM Menandatangani Kerjasama Dalam Pengembangan Produk Emas Dengan PT Hartadinata Abadi Tbk

Jakarta, 28 Mei 2021 - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM; IDX: ANTM; ASX:ATM) bersama entitas anak PT Abuki Jaya Stainless Indonesia (AJSI) dan PT Hartadinata Abadi Tbk (Hartadinata, IDX: HRTA) telah melakukan penandatanganan kontrak kerjasama Proof of Concept (POC) Produksi dan Penjualan Produk Emas Batangan Mikro dan Perhiasan pada tanggal 28 Mei 2021. Kerjasama ini dilakukan dalam rangka pengembangan produk emas baru sebagai strategi perusahaan pada komoditas emas. 

Dengan kerjasama ini, ANTAM melalui AJSI bersama Hartadinata akan melakukan pengembangan kegiatan usaha produksi dan penjualan emas batangan murni (99,99%) mikro (microbar) kemasan gift series dan premium pecahan 0,1 gram dan 0,25 gram serta perhiasan (jewellery) dengan kadar 24 karat yang bahan bakunya berasal dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia. Kerjasama POC dengan Hartadinata ini akan berlangsung selama periode 1 Juli sampai 31 Desember 2021, dan dimungkinkan untuk dilakukan perpanjangan kerjasama dalam periode jangka panjang.

Emas microbar merupakan solusi investasi emas premium dalam pecahan kecil yang dapat dijangkau oleh masyarakat Indonesia, sedangkan perhiasan 24 karat adalah inovasi produk investasi terbaru dengan desain yang inovatif dan bervariasi yang dapat dikenakan oleh pemiliknya sebagai perhiasan untuk mendukung penampilan. 

Kerjasama pengembangan microbar dan perhiasan 24 karat ini, dilakukan sejalan dengan strategi ANTAM untuk berfokus dalam pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri, terutama bagi pangsa pasar emas mikro yang belum tergarap Perusahaan. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas serta pertumbuhan permintaan emas di pasar domestik.


Tentang ANTAM

ANTAM merupakan perusahaan berbasis sumber daya alam terkemuka yang terdiversifikasi dan memiliki kegiatan yang terintegrasi secara vertikal dengan komoditas utama bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit, alumina dan jasa pengolahan dan pemurnian logam mulia. Berpengalaman lebih dari 50 tahun, ANTAM memiliki cadangan nikel dan bauksit yang berkualitas tinggi dan berjumlah besar. ANTAM merupakan satu-satunya entitas pengolahan dan pemurnian logam mulia di Indonesia yang telah memiliki sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA).


Tentang Hartadinata

Hartadinata merupakan salah satu market leader dalam industri perhiasan di pasar domestik Indonesia dan memiliki bisnis yang terintegrasi dari pabrik, penjualan grosir dan juga ritel. Hartadinata didirikan 29 Maret 2004. Hartadinata menjalankan usaha di bidang industri perhiasan dan aksesoris kecantikan. Hartadinata juga menjalankan usaha di bidang perdagangan perhiasan dan menjalankan usaha jasa konsultasi di bidang desain perhiasan dan aksesoris, serta kegiatan usaha terkait. Selain itu Hartadinata melalui anak usahanya juga melakukan kegiatan usaha Pegadaian yang saat ini sudah tersebar di beberapa di wilayah provinsi di Indonesia.

Melihat Koleksi Terbaru Era Soekamto yang Terinspirasi dari Ratu Tanah Jawa

Siapa yang tak kenal dengan desainer Era Soekamto. Selama 20 tahun berkarya di industri fashion, ia banyak meluncurkan berbagai koleksi busana yang kaya akan budaya dan filosofi. 

Pada 2021 ini Era Soekamto kembali meluncurkan koleksi busana dan aksesori terbaru yang terinspirasi dari Tara, seorang ratu dari tanah Jawa di abad ke-8. Tara sendiri merupakan seorang istri dari Samaratungga yang mendirikan banyak tempat doa dan candi-candi di Jawa.

Menurut penuturan Era Soekamto, Tara mengajarkan tentang cinta kasih dan selalu menggunakan simbol padma atau lotus. Simbol tersebut dianggap bisa menggambarkan penderitaan yang berbuah kemerdekaan jiwa. "Kondisi ini sangat relevan dengan keadaan sekarang yang sepertinya banyak penderitaan namun ada kebangkitan jiwa di baliknya," ungkap Era Soekamto dalam acara Mindful Living, Nusantara Wisdom and Legacy bersama Era Soekamto, Hartadinata Abadi, dan PermataBank Priority pada Sabtu (27/2).  Koleksi bertema TARA ini hadir dalam berbagai model. Mulai dari kebaya, kain, luaran dengan motif bordir berbentuk bunga teratai atau lotus, kimono, hingga gaun berpotongan simple namun modern. Untuk kebayanya, Era memilih material sutra organza, sifon, dengan sentuhan batik berwarna simultan dengan pembuatan yang detail dan rumit.


"Motif lotus pada bahan dicetak dengan teknik bordir, ada juga hiasan mutiara dan prada emas. Ada juga seri kain batik warna beige dan peach dengan sentuhan warna emas," jelas Era.  Selain itu, ada juga koleksi aksesori hasil kolaborasi dengan PT Hartadinata Abadi, Tbk (Hartadinata), salah satu produsen dan manufaktur perhiasan emas di Indonesia. Kolaborasi ini menghadirkan koleksi perhiasan berupa kalung, cincin, dan brooch berwarna emas dan perak yang juga sarat akan budaya di tanah Jawa. Tak hanya itu, aksesori tersebut juga menggambarkan nilai-nilai kecantikan yang terpancar dari dalam atau beauty shine from within. Nantinya, koleksi ini akan dipamerkan melalui sebuah film fashion yang dibuat khusus oleh fotografer Noor Aldy. Film tersebut nantinya bisa ditonton secara serentak lewat kanal YouTube dan akun Instagram Era Soekamto pada 10 Maret mendatang.


Sumber: https://kumparan.com/kumparanwoman/melihat-koleksi-terbaru-era-soekamto-yang-terinspirasi-dari-ratu-tanah-jawa-1vHHP2jVSEn/full 

Hartadinata Catat Pendapatan Rp 1,96 Triliun di Triwulan II 2020

PT Hartadinata Abadi Tbk, produsen dan penyedia perhiasan emas mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar Rp 1,96 triliun di triwulan II 2020, meningkat Rp 198 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, perseroan juga memperoleh laba bersih sesuai atau on track dengan target awal tahun 2020 sebesar Rp 78,8 miliar

source: https://www.beritasatu.com/jeanny-aipassa/ekonomi/666425/hartadinata-catat-pendapatan-rp-196-triliun-di-triwulan-ii-2020

Ini jadwal pembagian dividen Hartadinata Abadi (HRTA) dengan yield 3,17%

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) akan membagikan dividen sebesar Rp 36,8 miliar kepada pemegang saham. Dividen yang dibagi ini sebesar 24,53% dari laba bersih Hartadinata tahun lalu yang mencapai Rp 150 miliar.

source: https://investasi.kontan.co.id/news/ini-jadwal-pembagian-dividen-hartadinata-abadi-hrta-dengan-yield-317

Begini rencana bisnis Hartadinata Abadi (HRTA) sepanjang semester II 2020

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) akan menggenjot kinerja melalui produksi dan desain perhiasan dan logam mulia yang terjangkau di pasar, mengoptimalkan kinerja anak usaha di sektor gadai emas PT Gadai Cahaya Dana Abadi (GCDA), serta membuka beberapa gerai baru sepanjang 2020.

source: https://industri.kontan.co.id/news/begini-rencana-bisnis-hartadinata-abadi-hrta-sepanjang-semester-ii-2020